Rubrik "Kompas Kita" hadir untuk membuka ruang interaktif antara pembaca Kompas, tokoh, dan pengelola media. Tokoh Pilihan akan hadir tiap Jumat dan Anda bisa mengajukan pertanyaan apa saja yang Anda ingin ketahui tentang kiprah dan kehidupannya.
Maliq & D'Essential
Musik itu ”Halal” untuk Semua Umur dan Kalangan Sebagai band yang berbasiskan jazz, Maliq & D’Essentials mendapat tempat tersendiri dalam belantika musik Indonesia. Band yang dibentuk pada Mei 2002 ini, berhasil memukau para peminat jazz sejak penampilannya pada Jakarta International Jazz Festival 2005. Band yang kini beranggotakan Angga Puradiredja (vokal), Widi (drum), Indah (vokal), Lale (gitar), Ilman (keyboard), Jawa (bas), dan Amar (terompet) ini, baru mengeluarkan album kompilasi, Radio Killed The TV Star. Album tersebut merupakan album mereka yang ketujuh sejak album pertamanya, 1st maliq&d’essentials, diluncurkan tahun 2005.
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Maliq & D'Essential dengan mengisi form di bawah ini. Nantikan jawaban pertanyaan Anda di harian Kompas dan di situs ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Kenapa jazz di Indonesia lebih sering dianggap sebagai musik kalangan atas? Apakah Maliq & D Essentials mempunyai semacam “misi” untuk membumikan jazz agar seperti musik genre lain yang diterima semua lapisan masyarakat?
Semi Maximus - Bandung
Sejujurnya kami juga tidak tahu kenapa sampai ada pengkotakkan itu. Ini mungkin karena orang yang berpendapat seperti itu, kurang menikmati musik. Menurut kami, musik itu ”halal” untuk dikonsumsi semua umur dan kalangan. Pada kenyataannya bukan hanya jazz yang perlu perhatian, tetapi banyak juga genre yang lain, seperti disko, soul funk, R&B, sampai reggae. Maliq & D Essentials memberikan perhatian khusus bagi yang mengundang kami untuk tampil di tempat yang notabene bukan pasar kami. Maliq & D Essentials juga mempunyai label rekaman Organic Records, yang pada awalnya didirikan untuk memproduksi jenis-jenis musik seperti ini, agar bisa dipasarkan. Nantinya, dengan menjamurnya produksi musik yang non-mainstream diharapkan informasi tentang berbagai genre musik itu dapat sampai ke telinga pendengar dengan lebih sering.
Banyak grup yang menapaki karier suksesnya dengan menjadi pengekor band-band internasional maupun lokal? Apakah hal itu lazim? Bagaimana pendapat kalian?
Sartono - Jakarta
Menurut kami, hal itu sah-sah saja guna mendongkrak popularitas awal (kemunculan grup). Namun diharapkan dalam proses selanjutnya, mereka menemukan jati diri yang sebenarnya agar bisa bertahan dalam industri musik.
Kalau diminta menyanyikan lagu dangdut, Maliq & D Essentials akan membawakannya dengan cara apa? Apakah mungkin bikin dangdut yang nge-jazz ?
Dadang Agung Kurnia - Jakarta Pusat
Mungkin juga kami akan membawakannya dengan cara yang lain, misalnya dengan cara disko, rock, atau yang lainnya. Begitu banyak pilihan, dan ini tergantung mood yang terbentuk nantinya.
Kalau diminta menyanyikan lagu dangdut, Maliq & D Essentials akan membawakannya dengan cara apa? Apakah mungkin bikin dangdut yang nge-jazz ?
Dadang Agung Kurnia - Jakarta Pusat
Mungkin juga kami akan membawakannya dengan cara yang lain, misalnya dengan cara disko, rock, atau yang lainnya. Begitu banyak pilihan, dan ini tergantung mood yang terbentuk nantinya.
Apakah Maliq mempunyai bisnis lain? Bagaimana menjalankan bisnis tersebut?
Rika Soebiyantoro - Jakarta Selatan
Ada Backyard Coffee Shop, ini sebuah coffee shop di bilangan Bintaro, daerah selatan Jakarta. Kami mencoba masuk dalam bisnis kuliner meski perlahan-lahan saja.


Show 1-5...
Nantikan Kompas Kita selanjutnya bersama
Tontowi Ahmad
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Tontowi Ahmad dengan mengisi form di bawah ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Pilih tokoh pilihan Anda yang ingin ditampilkan di Kompas Kita ?

BJ Habibie
Bondan Winarno
Slamet Gundono