Rubrik "Kompas Kita" hadir untuk membuka ruang interaktif antara pembaca Kompas, tokoh, dan pengelola media. Tokoh Pilihan akan hadir tiap Jumat dan Anda bisa mengajukan pertanyaan apa saja yang Anda ingin ketahui tentang kiprah dan kehidupannya.
Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat, adalah salah satu cendekiawan muslim di negeri ini. Komaruddin tidak hanya dikenal sebagai pengajar dan kesibukannya yang lain di dunia pendidikan, tetapi tulisan-tulisannya yang bernas tersebar di berbagai media. Kritik tajam namun mengena sebagai buah pikirannya seringkali menyorot perpolitikan Indonesia. Hal serupa dia sampaikan ketika menjadi pembicara dalam banyak seminar. Komaruddin juga menyediakan waktu untuk menulis banyak buku. Salah satu bukunya, Psikologi Kematian, menjadi best seller dan dicetak sampai 20 kali. Buku tersebut bukan semata-mata untuk mempersiapkan diri berkaitan ihwal kematian. Komaruddin mengatakan, dia menulis buku itu dengan niat untuk peringatan agar orang takut korupsi. ”Karena memakan barang haram itu merusak keturunan dan memberati perjalanan ruhani setelah mati,” ujarnya.
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Komaruddin Hidayat dengan mengisi form di bawah ini. Nantikan jawaban pertanyaan Anda di harian Kompas dan di situs ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Apa pendapat Anda jika mendengar kata "toleransi"? Bagaimana cara mengaplikasikan kata tersebut dalam pola kehidupan sehari-hari?
Amos Simanungkalit - Medan
Toleransi bagi saya adalah tahap minimal. Mestinya kita naik lagi menjadi kolaborasi dan ko-operasi antar kelompok yang berbeda, dalam menjaga keutuhan dan memajukan Indonesia. Bukankah kita sendiri yang paling menderita jika sesama warga bangsa ini ribut terus dan saling bermusuhan?
Negeri kita gemah ripah loh jinawi tetapi kenapa masyarakatnya tidak sesejahtera mereka yang negerinya bersawah pasir serta ladangnya bergunung batu?
Sriyono Sri - -
Sisi negatif masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang subur-makmur adalah cenderung malas, lemah tradisi riset, dan kerja keras. Tetapi sekarang mulai disadari ketika sumber daya alam kita kian menipis, serta dipicu dan dipermalukan oleh kemajuan negara tetangga.
Apa arti menulis bagi Komaruddin? Bagaimana tanggapan Bapak terkait langkanya politisi yang menulis saat ini? Padahal dulu, bangsa ini dibangun oleh para politisi yang jago menulis, seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, dan lainnya.
Darwinto - Wirobrajan, Yogyakarta
Saya berutang budi kepada sekian banyak guru dan pengarang yang bukunya saya baca. Dengan menulis, setidaknya saya ingin membayar utang saya dan tanda terima kasih kepada mereka. Para pendiri bangsa kita sangat intelek, pembaca dan penulis yang produktif. Gagasannya terabadikan, menjadi sumber inspirasi. Masyarakat kita kini lemah dalam tradisi baca-tulis, tiba-tiba kebanjiran budaya televisi, budaya nonton dan gosip.
Mengapa biaya pendidikan dokter di UIN Jakarta mahal sekali, sampai Rp 20 juta per semester? Sementara di PTN lain hanya Rp 2 juta per semester. Bahkan di beberapa PTS di Jawa Tengah dan Jakarta, juga tak sampai Rp 20 juta.
Lutfi - Bogor
Uang semester Fakultas Kedokteran di UIN Jakarta sesungguhnya sesuai standar unit-cost. Semua mahasiswa membayar sama, tak ada yang tinggi dan rendah Jika nanti UIN Jakarta sudah memiliki teaching hospital sendiri, biaya bisa diturunkan, karena biaya kolaborasi dengan rumah sakit luar tidak ada lagi.
Hingga beberapa tahun lampau kami masih merasa sejuk dengan adanya Gus Dur, Cak Noer yang bisa melihat semua masalah dengan jernih. Tetapi mengapa kini tak banyak intelektual Islam yang mau tampil memperjelas apa yang mungkin kurang tepat ditanggapi oleh mereka yang keras itu?
Renville Almatsier - Ciputat, Tangerang Selatan
Demokrasi liberal dan otonomi daerah telah membuka peluang bagi suara keras yang selama ini merasa terpinggirkan. Tanpa penegakan hukum yang adil dan kesejahteraan yang merata, berbagai tindakan ekstrem akan selalu muncul dengan berbagai label dan nuansa, khususnya label keagamaan dan etnis.


Show 1-5...
Nantikan Kompas Kita selanjutnya bersama
Tontowi Ahmad
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Tontowi Ahmad dengan mengisi form di bawah ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Pilih tokoh pilihan Anda yang ingin ditampilkan di Kompas Kita ?

BJ Habibie
Bondan Winarno
Slamet Gundono