Rubrik "Kompas Kita" hadir untuk membuka ruang interaktif antara pembaca Kompas, tokoh, dan pengelola media. Tokoh Pilihan akan hadir tiap Jumat dan Anda bisa mengajukan pertanyaan apa saja yang Anda ingin ketahui tentang kiprah dan kehidupannya.
Chris John
Tidak salah jika disebut petinju Chris John adalah bintang negeri kita saat ini. Petinju berusia 30 tahun ini memiliki rekor 45 kali bertarung. Dia tidak pernah terkalahkan ring dengan catatan 43 kali menang dan 2 kali seri. Terakhir, juara dunia kelas bulu versi WBA ini mempertahankan gelar dalam pertarungan ulang melawan Rocky Juarez di Las Vegas, AS. Saat dihubungi "Kompas" untuk mengisi rubik ini, dia langsung menyanggupi. Dia menjawab sendiri semua pertanyaan di sela-sela kesibukannya.
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Chris John dengan mengisi form di bawah ini. Nantikan jawaban pertanyaan Anda di harian Kompas dan di situs ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Sepengamatan saya, stamina Chris John saat duel ulang melawan Rocky Juarez lebih merosot dari pertandingan pertama. Benarkah demikian? Apa yang terjadi?
Roy - Jakarta
Persiapan saya melawan Juarez cukup baik. Kami juga sempat berlatih di Pegunungan Big Bear. Saya rasa Juarez juga mempersiapkan diri. Dilihat dari pertandingannya, dia memiliki stamina yang sangat baik. Saat ini saya cocok dengan pelatih dan manajer saya. Hal ini sangat penting buat atlet.
Chris John, Anda adalah legenda hidup, sopan santun, ramah, dan tidak sombong menjadi ciri khas Anda sebagai seorang petinju profesional. Pertandingan dengan siapakah yang menjadi tantangan paling berat dalam karier Anda?
Franko Nero - Yogyakarta
Buat saya, pertarungan terberat saat menghadapi Juan Manuel Marques (Meksiko) saat bertanding di Kalimantan Timur. Dia berpengalaman dan pukulannya sangat cepat dan akurat. Tetapi saya sempat terpukul jatuh sampai 2 kali dan hidung patah tulang rawan saat menghadapi almarhum Alfaridzie ketika merebut gelar juara nasional.
Saya bangga dengan Chris John. Selain mengharumkan nama bangsa. Apa rahasia sukses Chris John?
Jamalum Sinambela - Deli Serdang
Saya berusaha bekerja keras, berlatih maksimal; belajar memperbaiki kekurangan atau belajar teknik baru serta fokus pada pekerjaan saya sebagai petinju; fokus dan mencintai pekerjaan saya sebagai seorang petinju serta menyempurnakannya dengan doa. Ora et labora.
Aku jelas bangga jadi warga Banjarnegara, sama-sama dari Rakit lagi, wuiih... jan banggane pol-polan!!! Oh ya, kenapa si Om John kalau pulang ke Rakit masih sering pakai bus umum? Terus kapan nih mau mendirikan sasana tinju di Banjarnegara Gilar Gilar kota kita tercinta? Masih sering main wushu gak ya.
Nurfahmi Budi - Banjarnegara, Jawa Tengah
Iya, dulu sebelum juara dunia (masih kere) kalau pulang kampung masih pake bus umum. Sekarang berkat Tuhan bisa pakai mobil sendiri. Mudah-mudahan setelah gantung sarung tinju pasti saya memikirkan untuk menyalurkan ilmu saya buat teman- teman yang berbakat tinju. Kini saya tak bertanding wushu lagi karena sudah harus benar-benar fokus di tinju.
Anda tidak memiliki killing punch yang sangat diperlukan oleh seorang juara tinju. Apakah Anda dan pelatih tidak mencari metode untuk meningkatkan kemampuan dalam hal ini?
A Agust Subagio - Kebayoran
Kita juga melatih killing punch. Tetapi saat bertanding ada beberapa faktor yang bisa untuk menjatuhkan lawan. Salah satu yang paling penting adalah timing untuk memukul saat lawan benar-benar lengah dan menjatuhkannya.


Show 1-5...
Nantikan Kompas Kita selanjutnya bersama
Tontowi Ahmad
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Tontowi Ahmad dengan mengisi form di bawah ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Pilih tokoh pilihan Anda yang ingin ditampilkan di Kompas Kita ?

BJ Habibie
Bondan Winarno
Slamet Gundono