Rubrik "Kompas Kita" hadir untuk membuka ruang interaktif antara pembaca Kompas, tokoh, dan pengelola media. Tokoh Pilihan akan hadir tiap Jumat dan Anda bisa mengajukan pertanyaan apa saja yang Anda ingin ketahui tentang kiprah dan kehidupannya.
Denada Tambunan
Banyak orang mengenal Denada Tambunan sebagai penyanyi rap setelah dia menyanyikan lagunya, "Sambutlah". Padahal dia juga sering menyanyikan lagu dangdut sembari menari Jaipong dan pernah bermain film. Belakangan, jiwa seni dan dagang dari orangtuanya, Rio Tambunan dan penyanyi Emilia Contessa membuat Dena, panggilan dia, terjun dalam bisnis tas berbahan kulit. Berbekal kesukaan dia pada tas, ditambah kursus singkat tentang pembuatan tas di Florence, Italia, perempuan yang gemar berolahraga selam dan triatlon itu lantas mendesain aneka tas. Hasil desain itulah yang kemudian diproduksi karyawannya. Sekalipun tergolong baru, Dena yang pernah belajar ilmu bisnis di Australia, berhasil memasarkan produknya sampai Jepang dan Hongkong. Namun bagi Dena, kehidupannya berubah ketika Shakira, anak hasil pernikahannya dengan fotografer Jerry Aurum, lahir. Shakira menjadi prioritas hidupnya. "Sebisa mungkin aku tak berada jauh dari Shakira. Itu sebabnya, aku membuat bengkel kerja di rumah supaya sambil momong anak, aku bisa sesekali menengok bengkel," kata Dena. Ketika manggung ke luar kota atau berbisnis ke luar negeri, dia pun berupaya mengajak Shakira. "Apalagi ketika dia masih bergantung sama ASI-ku. Ke mana-mana penginnya aku ngajak dia, biar tetap bisa memberikan ASI eksklusif," kata dia tentang anak perempuan yang berumur 16 bulan itu. Kalaupun tak bisa mengajak Shakira, Dena rajin menabung ASI hingga puluhan botol di rumah untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Seiring bertambahnya usia Shakira, Dena menambah kesibukan dengan rekaman lagu baru dan menyiapkan bisnis lain. Kata dia, semua itu demi memuaskan hobi sekaligus menyiapkan masa depan Shakira.
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Denada Tambunan dengan mengisi form di bawah ini. Nantikan jawaban pertanyaan Anda di harian Kompas dan di situs ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Hasil kursus Denada membuat tas di Italia bisa disalurkan lagi kepada kami dengan membuka kursus?
Judith Kiding Allo - Jatiasih, Bekasi Barat
Wah, kalau soal bikin kursus, sepertinya masih jauh sekali dari kemampuan saya. Saya beruntung karena memiliki karyawan para perajin kulit yang sangat berpengalaman. Setiap hari saya mendapatkan ilmu baru dari mereka. Masih banyak yang harus saya pelajari dari bidang ini.
Apa beda menjadi penyanyi rap dan desainer tas? Mana yang lebih menyenangkan?
Limijatin - Yogyakarta
Keduanya sama-sama seni, sama-sama tentang keindahan, sama-sama tentang berkreasi. Dua-duanya saya cintai. Bedanya, cuma pada apa yang kita kreasikan. Saya mendapatkan kebahagiaan yang sama dari nge-rap dan dari KaiL.
Apa motivasi dan prinsip dalam hidup Mbak Denada?
Linda Novitasari - Depok, Jawa Barat
Dalam hidup, dalam segala hal, saya selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Saya akan melakukan semua semaksimal mungkin yang saya bisa, dan mendorong diri saya sampai ke limit. Bila ternyata setelah itu hasilnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan, saya anggap itu berarti bukan "rezeki" saya. Saya tidak mau menjadi orang yang menyesal dan mengatakan, "ya, kalau saja saya berusaha lebih keras, pasti hasilnya akan berbeda".
Lama tak tampil di televisi, apakah Denada sudah berkeputusan untuk fokus di dunia bisnis dan meninggalkan dunia hiburan? Mengapa? Apa rencana terbaru yang sedang Anda persiapkan untuk penggemar?
Ibnu Majah - mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah
Saya tidak meninggalkan karier menyanyi. Sampai sekarang saya masih aktif menyanyi baik di televisi maupun dalam acara-acara di berbagai kota di Indonesia. Tunggu singel terbaru saya ya... Insya Allah akan dirilis setelah Lebaran.
Setelah sempat menekuni tari Jaipong, menurut Anda, apa makna yang terkandung dari tarian Jaipong?
Irfan Maulana Ubaidillah - mahasiswa Universitas Islam Malang, Jawa Timur
Tari Jaipong adalah salah satu tari tradisional yang sangat energik dan atraktif. Maknanya banyak, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap tarian. Banyak pesan-pesan positif dalam tari Jaipong. Misalnya rasa syukur kepada Tuhan, rasa cinta Tanah Air, tentang keberanian dan lain-lain.


Show 1-5...
Nantikan Kompas Kita selanjutnya bersama
Mesty Ariotedjo
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Mesty Ariotedjo dengan mengisi form di bawah ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Pilih tokoh pilihan Anda yang ingin ditampilkan di Kompas Kita ?

BJ Habibie
Bondan Winarno
Slamet Gundono