Rubrik "Kompas Kita" hadir untuk membuka ruang interaktif antara pembaca Kompas, tokoh, dan pengelola media. Tokoh Pilihan akan hadir tiap Jumat dan Anda bisa mengajukan pertanyaan apa saja yang Anda ingin ketahui tentang kiprah dan kehidupannya.
Bima Arya Sugiarto
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto serius ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai kota dalam taman. Ia pun tegas mengatakan ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai surga pejalan, pesepeda, dan penyandang disabilitas. Bagi Bima, Kota Bogor itu punya karakter yang khas, hijau, dan banyak taman. Lanskapnya memungkinkan dan memang didesain sebagai kota ramah pejalan, pesepeda, dan penyandang disabilitas. Kawasan pusat kota, Kebun Raya Bogor, Suryakancana, Kampung Arab, dan Sempur bisa dijangkau dengan berjalan kaki kurang dari setengah hari. Untuk itu, trotoar dan jalur khusus pesepeda akan terus ditambah. ”Saya amat terinspirasi dari akademisi yang membumikan teori. Benar kata Antonio Gramsci, akademisi jangan tinggal di menara gading. Kita tentu ingat Mazhab Frankfurt yang kemudian menginspirasi banyak gerakan untuk membumikan teori dan mendorong kalangan akademisi tidak lagi mengharamkan politik praktis. Saya tidak mau jadi pengajar di menara gading. Ilmu bukan sekadar untuk ilmu. Ilmu harus memberi manfaat. Misalnya, bagaimana menggerakkan kota dalam kebijakan yang rasional. Memang tidak mudah membumikan teori di lapangan, misalnya dalam kebijakan kota yang ’becek’ atau banyak masalah dan faktor X. Kampus-kampus perlu lebih aktif memberikan solusi masalah keseharian yang dihadapi pemerintah daerah,” ujar Bima menjawab pertanyaan dari pembaca Kompas Kita, M Nur Rofiq Addiansyah, warga Blora, Jawa Tengah; Faris Yursanto dari Universitas Lampung; dan Nikodemus Niko dari Pontianak. Untuk itu, Bima sudah meminta jajarannya untuk memprioritaskan penyandang disabilitas, warga senior, dan ibu hamil. Jika mereka mengurus administrasi kependudukan di dinas kependudukan dan catatan sipil atau layanan kesehatan di rumah sakit, mereka wajib didahulukan. Jangan sampai mereka ikut antre. ”Kami sedang melobi PT KAI untuk membuka dan bekerja sama membangun akses khusus bagi penyandang disabilitas dari dan ke Stasiun Bogor,” ujarnya.
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Bima Arya Sugiarto dengan mengisi form di bawah ini. Nantikan jawaban pertanyaan Anda di harian Kompas dan di situs ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Apa langkah konkret Bapak terhadap anak-anak jalanan dan pengamen yang cukup meresahkan masyarakat karena semakin banyak di Kota Bogor?
Dewi Nikijuluw - Bogor Baru
Penegakan keamanan dan ketertiban. Terus selalu mencari tempat agar anak-anak itu punya ruang ekspresi. Contoh kasus, kami sedang mengatur lalu lintas di Tugu Kujang agar angkot-angkot tidak mengetem yang kemudian mengundang anak-anak itu datang dan meminta uang. Kami juga mendorong dan membuat program, misalnya dari dinas sosial untuk paket-paket sekolah agar anak-anak itu tidak berkeliaran di jalan
As-salamu’alaikum Pak Bima, begini, Pak, bagaimana cara Bapak meningkatkan wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Bogor mengingat Kota Bogor, kan, kota bersejarah. Nah, tentunya kita berharap Bogor lebih dikenal dunia seperti halnya Bandung, Jogja, dan Jakarta?
Dwiemam Herriezmoenandar - -
Wa’alaikumus-salam Mas Dwiemam. Pembangunan dan pembenahan infrastruktur, mengatasi kemacetan dan sampah. Tahun ini, Kota Bogor harus lebih bersih dan layanan transportasi umum lebih baik. Kota Bogor punya destinasi wisata sejarah, ilmu, budaya, kuliner. Tahun ini harus dibenahi dulu. Saya minta pemasarannya, ditahan dulu, tidak jualan dulu. Nah, tahun 2016 kalau sudah siap, Kota Bogor lebih enak, bersih, tertib, barulah pemasaran pariwisatanya digenjot.
Ada yang bilang kepada saya menjadi pejabat itu posisinya berada di ambang terali besi dan di ambang neraka. Bagaimana cara Bapak menjaga diri agar bisa istikamah, menjadi pemimpin yang baik, tidak korupsi?
Muhajir Arrosyid - Universitas PGRI Semarang
Membangun pagar sebanyak mungkin dan menegakkan aturan. Misalnya, saya terus mendorong agar semua pejabat eselon II dan III menyerahkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN). Saya tidak memungut satu sen pun dari perizinan yang dikeluarkan. Saya cuma mengambil dari gaji yang halal. Saya tetap mau terus bergaul dengan LSM, mahasiswa, kampus, agar mereka tidak berhenti mengingatkan.
Bagaimana cara pengaturan layanan publik perkotaan, terutama angkutan kota yang ramah untuk warga Kota Bogor?
Muslimin B Putra - -
Intinya, transportasi harus bisa dikelola. Agustus 2015, kami targetkan kepemilikan angkot sudah berupa badan hukum atau tidak perorangan seperti saat ini. Tarif bisa diatur per kilometer sehingga lebih adil bagi penumpang dan pengusaha angkot. Untuk itu, sedang disiapkan kartu pembayaran terintegrasi. Kami sedang mencari teknologinya. Di pusat kota, layanan harus diberikan oleh angkutan massal yang berkapasitas besar dan cepat. Kami mendorong BUMD dan DLLAJ berkolaborasi untuk mewujudkan semua itu.
Sebagai seorang putra anggota Polri, apa saja nilai-nilai kehidupan yang ayahanda tanamkan dan berpengaruh besar dalam karier dan kehidupan Anda?
M Taat Resdianto - -
Hidup hanya sekali dan harus punya arti. Jangan diperbudak materi, harus berbagi. Ayahanda mengajarkan kepada saya agar memudahkan urusan warga, berjuang untuk hak-hak warga. Saya suka berkeliling untuk mendekati warga. Selain itu, juga jangan kompromi dengan kejahatan, jangan korupsi. Ayahanda pernah cerita, dalam perjalanan tugas ke Kalimantan memakai pesawat, ia bertemu konglomerat yang diam-diam menitipkan uang dalam amplop. Begitu tahu, ayahanda langsung mengembalikannya.


Show 1-5...
Nantikan Kompas Kita selanjutnya bersama
Mesty Ariotedjo
Segera kirim pertanyaan Anda tentang apa saja kepada Mesty Ariotedjo dengan mengisi form di bawah ini.
Nama
:
Email
:
Domisili
:
Pertanyaan
:

Pilih tokoh pilihan Anda yang ingin ditampilkan di Kompas Kita ?

BJ Habibie
Bondan Winarno
Slamet Gundono